Headline.co.id, Menteri Komunikasi Dan Digital ~ Meutya Hafid, mengimbau seluruh stafnya untuk menjadikan budaya bersih sebagai dasar disiplin aparatur melalui pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kementerian dan lembaga menciptakan lingkungan kerja yang tertib, sehat, dan aman sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang profesional.
Meutya menekankan bahwa kebersihan bukan hanya masalah teknis, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab dan integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik. “Sesuai arahan Pak Presiden, kita bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI,” ujar Meutya di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan bahwa kebersihan kantor tidak boleh hanya bergantung pada petugas kebersihan. Setiap pegawai diharapkan membersihkan ruang kerjanya sendiri. Meutya mengajak seluruh pejabat dan pegawai untuk membangun kebiasaan korve rutin agar budaya bersih menjadi bagian dari etos kerja. “Hari ini kita sebarkan kegiatan ASRI sampai ke ruang kerja. Kita tidak hanya mengandalkan OB. Kebiasaan ini harus kita lakukan terus,” tambahnya.
Menjelang Ramadan dan Imlek, Meutya meminta agar kegiatan korve dilakukan setiap Jumat pagi. Ia berharap suasana kerja yang bersih dapat menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan ibadah dan hari besar keagamaan. “Saya ingin setiap Jumat pagi kita lakukan pembersihan lingkungan kantor. Menjelang Ramadan dan Imlek, kita mulai dengan hati yang bersih,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, serta seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Korve bersama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun disiplin kolektif dan tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan kerja.





















