Headline.co.id, Malang ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak generasi muda untuk memanfaatkan ruang digital dengan cara yang positif, kreatif, dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan dalam acara CommuniAction di Kota Malang pada Kamis, 12 Februari 2026. Acara tersebut mengusung tema “Anak di Dunia Digital: Aman atau Sekadar Diawasi?” dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan anak di dunia digital.
Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, menekankan bahwa ruang digital menawarkan peluang besar bagi generasi muda untuk belajar dan berekspresi. Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko seperti perundungan siber, eksploitasi online, dan penyalahgunaan data pribadi. “Tetapi di dalamnya juga terdapat tantangan seperti perundungan siber, eksploitasi online, paparan konten berbahaya, dan penyalahgunaan data pribadi,” ujar Nursodik.
Sebagai langkah perlindungan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Nursodik menegaskan bahwa regulasi ini penting, namun implementasinya memerlukan kolaborasi lintas sektor dan komunikasi publik yang adaptif. “Regulasi saja tidak cukup. Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor, kapasitas teknis yang kuat, serta komunikasi publik yang responsif, kreatif, dan berdampak,” tambahnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan bahwa digitalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Ia menyoroti kasus-kasus seperti perundungan dan penyebaran konten negatif yang sering kali berawal dari aktivitas di media sosial. Tri mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati dalam mengunggah dan membagikan informasi. “Saring terlebih dahulu sebelum membagikan, karena banyak perkara yang ditangani kejaksaan berawal dari konten di media sosial,” kata Tri.
Acara CommuniAction di Malang dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Malang. Kegiatan ini merupakan platform kolaborasi yang menggabungkan Media Monitoring (FoMo), Pemberdayaan Komunitas (IGID Goes to Campus), dan Penguatan Konten Kreatif (SOHIB Berkelas).
Beberapa narasumber yang hadir lain Dwi Santoso, Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, yang dikenal sebagai Bang Anto Motulz, Reza A. Maulana, Praktisi Public Relations, Naning Puji Julianingsih, Child Protection Specialist UNICEF, dan Hari Obbie, seorang Content Creator dan Certified AI Trainer. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang strategi komunikasi dan perlindungan anak di ruang digital.






















