Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari lingkup keluarga. Langkah ini diambil guna mendukung Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Wihaji menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga yang setiap hari berinteraksi dengan sampah, baik yang dapat didaur ulang maupun yang tidak.
Mendukbangga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menangani urusan keluarga, termasuk pengelolaan sampah. “Penanganan sampah harus dimulai dari keluarga,” ujar Wihaji pada Kamis (12/2/2026). Gerakan ASRI ini diwujudkan melalui aksi bersih-bersih sampah di berbagai wilayah di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa masalah sampah di Indonesia telah mencapai tahap krisis. Dari sekitar 143 ribu ton sampah yang dihasilkan setiap hari, hanya sekitar 24 persen yang dikelola dengan baik. “Ini adalah masalah serius yang berdampak pada kesehatan lingkungan dan citra pariwisata kita,” jelas Hanif.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, juga meminta para menteri dan kepala daerah, mulai dari gubernur hingga wali kota, untuk memberikan contoh dalam penerapan Gerakan ASRI melalui kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing. “Arahan Presiden Prabowo adalah agar gerakan ini dilakukan secara serentak,” kata Teddy. Ia juga mengajak jajaran TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga lainnya untuk turut serta dalam memberikan contoh penerapan Gerakan ASRI.



















