Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji melalui empat program strategis. Program tersebut bertujuan untuk menghadirkan layanan haji yang berkualitas, inklusif, dan berfokus pada kebutuhan jamaah. Empat program strategis tersebut mencakup penurunan biaya haji, penataan kebijakan masa tunggu, penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, serta pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.
Menhaj menyatakan bahwa penurunan biaya haji tidak akan mengurangi kualitas layanan. “Efisiensi yang kami lakukan diarahkan untuk memastikan layanan tetap optimal dan hak jamaah tetap terpenuhi,” ujar Menhaj pada Rabu (11/2/2026). Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ritual, tetapi juga tata kelola, perlindungan jamaah, dan nilai peradaban. Kebijakan masa tunggu terus diperbaiki agar lebih transparan dan adil, sementara penguatan ekspor produk Indonesia menjadi bagian dari upaya mendorong sukses ekonomi haji.
Pembangunan Kampung Haji diharapkan menjadi simbol kehadiran negara, sekaligus pusat layanan yang memudahkan jamaah Indonesia. Menhaj juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi prima jamaah sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah haji. Hal ini terkait dengan konsep istitha’ah, yang menjadi syarat utama keberangkatan.
Istitha’ah mencakup tiga aspek utama, yaitu istitha’ah syar’iyah berupa pemahaman ilmu manasik yang memadai, istitha’ah maliyah terkait kemampuan pembiayaan, serta istitha’ah shihiyyah yang menekankan kesiapan kesehatan. “Haji adalah ibadah yang sakral. Jamaah harus benar-benar siap secara ilmu, fisik, dan mental. Kesadaran membangun pola hidup sehat menjadi bagian dari ibadah itu sendiri,” terang Menhaj.
Ia juga menegaskan bahwa jamaah haji diharapkan mampu beribadah secara mandiri, tidak bergantung sepenuhnya pada pihak lain, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), melainkan minimal mengandalkan kekompakan dan kesadaran dalam kelompoknya masing-masing.























