Headline.co.id, Batang ~ Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang sedang giat melakukan pengerukan sedimentasi di muara sungai yang menjadi jalur utama kapal nelayan. Namun, kegiatan ini sering terhambat oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dislutkan Batang, Agung Wisnu Barata, menyatakan bahwa pengerukan telah berlangsung selama 17 hari kerja. “Hari Minggu kemarin kita sudah 17 hari pengerukan. Hari ini jalan karena kebetulan cuaca cerah dan panas,” ujarnya.
Pengerukan awalnya ditargetkan selesai dalam 15 kali pekerjaan, tetapi kondisi alam yang tidak mendukung membuat sedimentasi kembali menutup alur sungai, sehingga pengerukan harus diperpanjang hingga sekitar 25 kali. “Sebenarnya target kita 15 kali sudah habis terkeruk, tapi ternyata alam seperti ini. Jadi kita tambahi lagi, mungkin sekitar 25 kali pengerukan,” kata Agung saat ditemui di TPI Batang, Kabupaten Batang, Selasa (10/2/2026).
Dalam satu hari, alat pengeruk mampu mengangkat sekitar 250 meter kubik sedimen. Agung mengakui bahwa penggunaan muara sungai sebagai jalur pelabuhan tradisional memiliki kelemahan karena sedimentasi yang tinggi dan berulang. “Ini memang jadi persoalan klasik. Baru dikeruk, sudah tertutup lagi. Untuk jangka pendek, pihaknya tetap memaksimalkan pengerukan, terlebih menjelang Lebaran ketika aktivitas melaut biasanya meningkat,” ungkapnya.
Untuk solusi jangka panjang, diperlukan pembangunan kolam tambat labuh agar kapal tidak bergantung pada alur sungai. “Selama belum ada kolam tambat labuh, ya pendangkalan akan terus ada,” imbuhnya. Agung juga menilai efektivitas pengerukan dengan alat yang ada saat ini masih terbatas. Dislutkan Batang telah berupaya meminta bantuan peralatan dari daerah lain, termasuk Pekalongan, meski wilayah tersebut menghadapi persoalan serupa. “Kalau dibilang efektif ya sebenarnya tidak efektif. Kita berharap ada penambahan alat,” harapnya.
Karena pendangkalan yang cukup parah, sebagian aktivitas kapal untuk sementara dialihkan ke pelabuhan niaga milik pemerintah provinsi. “Kehidupan harus tetap berjalan. Jadi sementara kita alihkan ke pelabuhan niaga. Itu pun sifatnya diskresi dan insidentil,” ujarnya. Pemerintah berharap cuaca segera membaik sehingga proses pengerukan dapat kembali optimal dan akses nelayan menjadi lebih lancar. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)



















