Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia akan menyalurkan bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa anggaran tersebut akan mulai disalurkan pada bulan Ramadan atau Februari mendatang. Bantuan ini berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng yang akan diberikan selama dua bulan.
Bantuan pangan ini ditargetkan untuk menjangkau 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4, atau kelompok berpendapatan rendah hingga menengah bawah. Menko Airlangga menjelaskan bahwa stimulus ekonomi ini bertujuan untuk memperluas daya beli masyarakat dan memperkuat sisi permintaan. Ia juga berharap pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait dapat mendukung kelancaran logistik penyaluran bantuan pangan tersebut.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan kebijakan insentif ekonomi berupa diskon tarif transportasi selama periode libur Hari Besar Nasional (HBN) Idulfitri 2026. Anggaran untuk insentif ini mencapai Rp911,16 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.
Untuk moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tarif sebesar 30 persen dari harga tiket yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. Diskon ini berlaku untuk perjalanan periode 14 hingga 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang. Sementara itu, untuk moda transportasi angkatan laut, diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket diberikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, berlaku dari 11 Maret hingga 5 April, dengan target 445 ribu penumpang.
Untuk tiket angkutan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), diskon tarif berlaku sebesar 100 persen untuk komponen jasa kepelabuhanan. Diskon ini berlaku pada periode 12 hingga 31 Maret dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Sedangkan untuk angkutan udara, pemerintah menyiapkan diskon tarif sebesar 17 persen hingga 18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri selama periode 14 hingga 29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.





















