Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan mengadakan kegiatan pembekalan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purnabakti. Kegiatan ini ditujukan untuk PNS yang pensiun pada Maret, April, dan Mei 2026. Acara tersebut berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau pada Selasa, 10 Februari 2026.
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Job Kurniawan, dalam sambutannya menyatakan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Menurutnya, pensiun adalah simbol selesainya amanah negara yang telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Menerima SK Pensiun hari ini merupakan bukti bahwa perjalanan panjang sebagai abdi negara telah dilalui dengan selamat, penuh dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan,” ujar Job.
Job Kurniawan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh calon purnabakti atas kontribusi, keteladanan, dan karya nyata selama bertugas. “Apa yang telah Bapak dan Ibu tanamkan—baik berupa kebijakan, pelayanan publik, maupun nilai-nilai integritas—akan terus menjadi bagian dari perjalanan birokrasi dan pembangunan daerah,” tambahnya.
Ia mengakui bahwa masa pensiun sering kali menimbulkan kecemasan akibat perubahan rutinitas dan berkurangnya interaksi sosial. Namun, ia menekankan bahwa masa purnabakti dapat menjadi awal baru yang penuh peluang. “Pengalaman panjang yang dimiliki Bapak dan Ibu adalah modal besar untuk tetap produktif. Mulai dari kegiatan sosial, keagamaan, berbagi ilmu, mendampingi generasi muda, hingga membangun usaha sesuai hobi dan minat,” jelas Job.
Job mengajak para calon purnabakti untuk menyambut masa pensiun dengan semangat, menjaga kesehatan fisik dan mental, aktif berkegiatan, serta terus belajar. “Kembangkan hobi yang bermanfaat dan dapat menunjang kesejahteraan keluarga. Yang tidak kalah penting, perkuat kedekatan dengan Tuhan Yang Maha Esa agar setiap langkah selalu disertai rasa syukur dan ketenangan,” tuturnya.
Selain itu, Job menekankan pentingnya kegiatan pembekalan ini dalam memberikan pemahaman mengenai hak kepegawaian, layanan Taspen, dan dukungan perbankan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi masa purnabakti. “Dengan persiapan mental, emosional, sosial, dan finansial yang baik, masa pensiun dapat menjadi masa yang produktif dan bermakna, di mana Bapak dan Ibu tetap menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.




















