Headline.co.id, Sumenep ~ Yayasan Inovasi Muda Bandung mengadakan pelatihan intensif untuk memperkuat kesiapan penelitian lapangan di Kecamatan Giligenting. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dari Senin hingga Selasa (9–10 Februari 2026), di Kantor Bina Swadaya Masyarakat (BISMA) Sumenep. Sebanyak 25 peserta dari berbagai daerah seperti Bandung, Pamekasan, dan Sumenep turut berpartisipasi.
Fokus utama pelatihan ini adalah penguatan teknik wawancara, penggunaan instrumen penelitian, serta pemahaman etika riset. Hal ini dilakukan untuk memastikan data yang dihasilkan akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Para peserta juga mendapatkan simulasi studi kasus untuk meningkatkan kepekaan dalam menghadapi berbagai dinamika saat pengumpulan data di lapangan.
Hanifah Amalia Nur Janah, Head of Research and Program Development Yayasan Inovasi Muda Bandung, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas peneliti sebelum pelaksanaan studi lapangan. “Kami berkomitmen menghasilkan penelitian yang akurat dan relevan. Pelatihan ini merupakan investasi penting untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan,” ujarnya pada Selasa (10/2/2026).
Studi lapangan yang direncanakan di Kecamatan Giligenting akan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan wilayah, terutama dalam penyusunan rekomendasi berbasis data.
Selain peningkatan kompetensi teknis, pelatihan ini juga menjadi ajang kolaborasi antarpeserta untuk membangun jejaring riset lintas daerah. Sinergi ini dianggap penting untuk memperkuat kinerja tim dan memperkaya perspektif dalam proses pengumpulan serta analisis data.
Dengan pembekalan yang komprehensif, para peneliti diharapkan dapat menjalankan studi lapangan secara profesional, menjaga etika penelitian, serta menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi perencanaan pembangunan berbasis bukti di tingkat daerah.








