Headline.co.id (Jakarta). Teringat sekali dengan 20 tahun lalu, saat sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia mulai melengkapi dirinya dengan apa yang namanya handphone/ponsel. Mereka yang memiliki ponsel bisa dibilang masuk ke dalam level kalangan modern. Karena pelan tapi pasti ponsel menggeser keberadaan pager / radio panggil.
Di kota-kota besar di Indonesia pun belum semuanya tersentuh jaringan 2G. Operator selular yang ada pun masih sedikit. Teknologi yang dipakai pun masih terbagi dalam AMPS (Advanced Mobile Phone System) dan GSM (Global System for Mobile). Tercatat operator Metrosel sebagai operator AMPS, dan Telkomsel, Satelindo dan Excelcomindo yang mulai dikembangkan di awal tahun 1990an.
Dalam beberapa kesempatan saat kita ingin melakukan komunikasi melalui ponsel, seringkali kita harus mencari tempat yang baik untuk mendapatkan sinyal. Hal tersebut bukanlah hal yang tabu saat itu. Baik di Ibukota Jakarta maupun di kota-kota lainnya. Bila kita ingin melihat hal seperti itu, bisa kita coba saat kita masuk ke pelosok yang masuk wilayah blank spot area (tidak ada sinyal 2G/3G/4G).
Menyediakan kualitas sinyal yang baik bagi perusahaan operator selular bukanlah hal yang sederhana/mudah dilakukan. Terlebih di daerah yang jauh dari kota. Karena banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya.
Kendala selalu ada, apalagi topografi Indonesia tidak lepas dari apa yang namanya lautan dan pegunungan.
Sejak memasuki era milenium baru, tahun 200an. Pemerintah mencoba menggenjot infrastruktur telekomunikasi untuk mempersatukan seluruh wilayah Indonesia ke dalam jaringan telekomunikasi yang cepat dan berkualitas baik.
Sempat terhenti sekitar 10 tahun, di 2015 lalu pemerintah kembali menggiatkan tekadnya memberikan layanan telekomunikasi yang baik ke seluruh provinsi di Indonesia.
Melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika) yang merupakan unit organisasi noneselon di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertanggungjawab melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika. Pemerintah mentargetkan seluruh wilayah terdepan / terluar bisa terhubung melalui jaringan pita lebar/fiber optik pada 2019.
Apa yang ditargetkan pemerintah ternyata bisa terlaksana, terbukti di awal tahun 2019 ini BAKTI nyaris menyelesaikan semua jaringan fisik penarikan kabel laut dan penanaman pita lebar. Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian Palapa Ring peket timur, setelah paket barat dan paket tengah teleh terselesaikan sebelumnya.
Paket timur mempunyai tugas paling berat, karena jaringan yang harus dipasang adalah 4426 KM kabel laut, 2452 KM kabel darat dan 59 Hops microwave.
Beberapa waktu lalu saat lalu sebelum Natal 2018, saya berkesempatan mencoba sendiri membandingkan kualitas sinyal di beberapa tempat di wilayah Papua Barat. Hal yang saya rasakan 20 tahun lalu di Pulau Jawa saya rasakan juga sekarang. Yaitu begitu susahnya mendapatkan sinyal yang bagus. Sinyal Telkomsel yang terkenal kuat pun hanya bagus di beberapa wilayah yang dekat dari BTS.
Sempat saya diskusi dengan salah satu kepala Distrik (camat) setempat tentang kondisi sinyal dan pemanfaatan internet untuk mendukung pemerintahan. Beberapa keluhan yang ada adalah sinyalnya terdeteksi di ponsel, tetapi koneksinya tidak bisa untuk dipakai mengakses internet. Hal seperti ini mungkin tidak akan terjadi beberapa saat lagi. Karena disaat 100 persen jaringan fisik pita lebar terpasang, maka operator selular dari perusahaan manapun bisa memanfaatkan / menghubungkan BTS mereka dengan jaringan fiber optik. Ini akan mempunyai dampak yang signifikan terhadap kualitas koneksi yang didapat masyarakat.
Kesenjangan koneksi di daerah dengan ibukota akan terkikis dengan sendirinya. Masyarakat di semua provinsi annti diharapakan bisa menikmati koneksi internet 4G. Sehingga komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat bisa menjadi lebih kuat.
Sekarang sudah terbukti, melalui BAKTI, proyek strategis nasional yang sempat terhenti selama 10 tahun sekarang bisa terealisasi. Tentu ini adalah kabar gembira bagi rakyat Indonesia.
Related Stories
Indonesia dan India Jalin Kerja Sama di Sektor Mineral Kritis
Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa Indonesia kini berada dalam posisi strategis untuk beralih...
Kemnaker Kenakan Denda pada 12 Perusahaan Pelanggar Penggunaan TKA
Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menjatuhkan sanksi berupa denda kepada 12 perusahaan yang melanggar aturan...
Indonesia Didorong Memperkuat Strategi Perdagangan di Tengah Risiko Kebijakan yang Mudah Berubah
Headline.co.id, Jakarta ~ Setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia dan Amerika Serikat, lanskap perdagangan internasional mengalami perubahan signifikan....
Kemnaker Ingatkan Masyarakat Waspadai Situs Palsu Skillhub
Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap situs palsu yang mengatasnamakan layanan Skillhub. Peringatan...
Wamen PKP Tekankan Pentingnya Sanitasi untuk Rumah Sehat
Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menegaskan bahwa kualitas sanitasi merupakan indikator utama...
Kemkomdigi Siap Tindak Tegas Platform OTA Tanpa Izin
Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan kesiapan untuk menertibkan platform Online Travel Agent (OTA) yang beroperasi tanpa...



















