Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menghadiri acara pembagian sekitar 4.000 parcel dan angpau Imlek di Vihara Mahavira Graha, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026). Acara ini dianggap sebagai bagian dari upaya untuk menjaga nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
Romo Syafi’i menekankan bahwa berbagi dalam perayaan Imlek bukan hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga memiliki makna strategis dalam memperkuat persatuan nasional. Di tengah ketegangan global, Indonesia, menurutnya, memilih jalan kebajikan, gotong royong, dan solidaritas. “Pemberian angpau dan bingkisan ini bukan hanya membagi parcel, tetapi merawat sesuatu yang jauh lebih penting, yakni persaudaraan dan persatuan bangsa. Di tengah ketegangan global, Indonesia memilih jalan yang berbeda,” ujar Romo Syafi’i.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan keagamaan lintas umat merupakan wujud peran negara dalam memastikan agama hadir sebagai kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan. Rumah ibadah, lanjutnya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial dan kemanusiaan. “Agama tidak berhenti pada ritual. Ia harus hadir sebagai infrastruktur sosial kebangsaan yang memberi dampak nyata, mengurangi penderitaan, memperkuat solidaritas, dan memperkokoh persatuan nasional,” katanya.
Menurut Wamenag, kegiatan berbagi seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan saling percaya, solidaritas sosial akan tumbuh dan menjadi fondasi kuat bagi persatuan bangsa. Kegiatan pembagian parcel dan angpau Imlek tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Supriyadi, Ketua Umum Fu Jian Indonesia Didi Dawis, Biksu Sailendra Wirja, serta anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi IV Daniel Johan.
Di akhir kegiatan, Wamenag mengapresiasi peran Vihara Mahavira Graha dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap aksi berbagi pada momentum Imlek dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai wujud nyata nilai kasih sayang, kebajikan, dan persatuan Indonesia.





















