Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Satuan Tugas Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengumumkan bahwa pemerintah bersama para pemangku kepentingan telah menyelesaikan pembangunan 4.401 unit hunian sementara (huntara) di seluruh Aceh. Pembangunan ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota yang terdampak bencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah huntara terbanyak, yaitu 1.015 unit. Disusul oleh Kabupaten Aceh Tamiang dengan 1.000 unit, Kabupaten Gayo Lues 530 unit, Kabupaten Aceh Timur 529 unit, dan Kabupaten Bener Meriah 455 unit. Selain itu, Kabupaten Pidie Jaya mendapatkan 410 unit, Kabupaten Aceh Tengah 300 unit, Kabupaten Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kabupaten Pidie 12 unit, dan Kota Langsa 30 unit.
Safrizal menyatakan, “Dengan adanya pembangunan huntara ini, jumlah pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat terus berkurang.” Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan resmi pada Kamis (5/2/2026).
Selain itu, Safrizal juga menyoroti kemajuan signifikan dalam pemulihan ekonomi di Aceh. Sebanyak 465 pasar rakyat telah kembali beroperasi, yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Di sisi lain, 641 rumah ibadah telah kembali difungsikan, menandakan pulihnya kehidupan sosial dan keagamaan warga.
“Dari aspek kesehatan, seluruh fasilitas kesehatan terdampak tetap berfungsi,” tambah Safrizal. Sebanyak 146 fasilitas kesehatan di Aceh terdampak bencana namun tetap operasional. Dua puskesmas, yaitu Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara, menjalankan pelayanan di luar gedung.
Sektor pendidikan juga terdampak dengan 1.204 fasilitas pendidikan, namun proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan. Dari sisi infrastruktur dasar, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi terus dikebut. Di Aceh, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit dalam tahap persiapan.
Safrizal menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa upaya pemulihan di Aceh terus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.





















