Headline.co.id, Banda Aceh ~ Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI (Satgas Galapana) terus memantau proses pemulihan pascabanjir di Aceh agar berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi nasional yang diadakan di Banda Aceh, Provinsi Aceh pada Rabu (4/2/2026).
Dalam rapat tersebut, Satgas Galapana menekankan pentingnya sinkronisasi data hunian sementara (Huntara) dan percepatan pencairan jaminan hidup (Jadup) bagi masyarakat terdampak banjir. Penyelarasan data ini dianggap krusial untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat, akurat, dan merata.
Satgas juga mendorong percepatan realisasi anggaran pemulihan serta penguatan integrasi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Menjelang Ramadan, penyediaan Huntara menjadi salah satu fokus utama. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan bahwa Huntara yang direncanakan untuk 1.158 kepala keluarga atau 4.284 jiwa ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026. Sementara itu, progres normalisasi sungai, perbaikan akses, dan pembersihan lingkungan telah mencapai 45,1 persen dari total titik penanganan.
Meski demikian, Satgas Galapana mencatat masih diperlukan penguatan proses validasi data penghuni Huntara dan penerima Jadup agar penyaluran bantuan lanjutan dapat segera dilakukan tanpa kendala administratif. Di sektor infrastruktur, pembangunan jembatan darurat oleh Satgas Jembatan bersama TNI menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah jembatan darurat telah selesai dibangun, sementara lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Dengan upaya tersebut, seluruh desa terdampak kini dapat diakses dan tidak lagi terisolasi, meskipun kondisi cuaca masih menjadi tantangan.
Dari sisi pendanaan, Kementerian Keuangan memastikan dukungan anggaran pemulihan pascabencana tetap tersedia. Namun, Satgas Galapana menekankan perlunya koordinasi yang lebih intensif kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pengusulan dan realisasi anggaran di lapangan. BP BUMN melaporkan bahwa sebagian besar Huntara telah selesai dibangun. Saat ini, fokus diarahkan pada penyelesaian administrasi penempatan dan kejelasan lokasi. Satgas Galapana mendorong pengambilan keputusan lintas instansi agar Huntara dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Di bidang pendidikan, bantuan darurat terus disalurkan guna mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar anak-anak terdampak banjir. Pendataan lanjutan terhadap kerusakan sarana dan prasarana pendidikan masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah. Sementara itu, untuk konektivitas, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Telkomsel memastikan pemulihan jaringan telekomunikasi berjalan signifikan. Komdigi melaporkan 100 persen BTS dari tiga operator seluler telah pulih dan siap mendukung kawasan Huntara. Namun demikian, media center Aceh belum beroperasi optimal karena lokasi posko masih dalam tahap persiapan, sehingga koordinasi rutin Satgas Pemerintah perlu segera diaktifkan.
Satgas Galapana DPR RI menegaskan akan terus melakukan pengawasan, pendampingan, dan pengawalan kebijakan agar pemulihan pascabanjir Aceh berjalan bertahap, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.




















