Headline.co.id, Bandung Barat ~ Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bantuan ini berupa kebutuhan pokok dan dana sebesar Rp50 juta yang diserahkan langsung oleh Anggota Komite III DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, bersama tiga Anggota DPD RI lainnya, yaitu Alfiansyah Komeng, Jihan Fahira, dan Aanya Rina Casmayanti, pada Sabtu (31/1/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program DPD RI Peduli dan dilakukan sebagai respons atas bencana longsor yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan permukiman warga. Kegiatan ini dikoordinasikan dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perangkat desa setempat. Sebelum menuju lokasi bencana, tim terlebih dahulu meninjau Posko PMI di Cimahi.
Berdasarkan data posko bencana per 31 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, longsor tersebut berdampak pada 48 rumah, mencakup 52 kepala keluarga (KK) atau 158 jiwa. Data korban mencatat 60 orang meninggal dunia, 20 orang dinyatakan hilang, 78 orang selamat, serta 112 KK atau 353 jiwa terpaksa mengungsi.
Anggota DPD RI Agita Nurfianti menyatakan bahwa kehadiran DPD RI di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab konstitusional untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Sementara itu, PMI melaporkan telah melakukan berbagai respons darurat, termasuk distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, pertolongan pertama, serta evakuasi korban. PMI mengerahkan 64 personel, dengan dukungan tiga ambulans, dua mobil pikap, dan lima sepeda motor, serta menyiagakan posko dan ambulans selama 24 jam.
Adapun bantuan yang telah disalurkan PMI meliputi 173 paket family kit dan hygiene kit, perlengkapan bayi, makanan siap saji, peralatan dapur, perlengkapan sekolah, air bersih, terpal dan tikar, 31 kantong jenazah, 121 paket layanan kesehatan, obat-obatan, 201 liter desinfektan, serta 28 unit perkakas.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba dan disaksikan langsung oleh warga serta petugas BPBD yang berada di sekitar lokasi. BPBD mencatat longsor dipicu runtuhan dari puncak gunung yang diawali suara gemuruh keras, dengan perkiraan luas lahan terdampak mencapai 20 hektare.
DPD RI mendorong agar penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada tanggap darurat, tetapi juga pada penguatan mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.



















