Headline.co.id, Bangunan ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meresmikan 76 sekolah yang telah direvitalisasi di wilayah Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Peresmian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan layanan pendidikan setelah bencana. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan sekolah menjadi tempat belajar yang aman dan layak.
Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan. Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan yang terdampak bencana, dengan target penyelesaian bertahap hingga tahun 2026. “Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman,” ujar Abdul Mu’ti pada Jumat, 30 Januari 2026.
Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, sekolah mereka mengalami keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang mempengaruhi proses pembelajaran. Dengan adanya program revitalisasi ini, kedua sekolah tersebut kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Mereka menyatakan bahwa hasil revitalisasi ini membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar dengan lebih nyaman.




















