Headline.co.id, Aceh Utara ~ Pemerintah terus berupaya memulihkan kondisi pascabencana banjir dan longsor di Aceh Utara. Di Kecamatan Langkahan, sebanyak 60 unit hunian sementara (huntara) sedang dibangun untuk memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang aman dan layak selama masa transisi. Pembangunan ini merupakan bagian dari kerja sama Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Juru Bicara Posko, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan. Sistem ini memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas dan ketahanan bangunan. “Huntara di Langkahan diprioritaskan untuk memastikan warga terdampak segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Murthalamuddin, Rabu (14/1/2026).
Sebanyak 60 unit huntara tersebut dibangun oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dengan pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyediakan lahan pembangunan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap awal berupa pembersihan lahan (clearing) dan pembangunan struktur dasar atau umpak, yang menjadi fondasi penting agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target waktu.
Murthalamuddin menyebutkan, huntara dibangun dalam lima blok dengan total luas bangunan mencapai 1.440 meter persegi. Penataan kawasan dirancang secara terpadu agar tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendukung pemulihan kehidupan sosial warga terdampak. “Penataan kawasan huntara dibuat terpadu agar proses pemulihan kehidupan warga terdampak berjalan lebih cepat dan terarah,” katanya.
Selain unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas penunjang aktivitas harian. Toilet komunal, dapur bersama, area cuci, jaringan listrik, sistem pencahayaan, serta sarana air bersih dan sanitasi disiapkan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan warga selama menempati hunian sementara. Kementerian PU juga masih melakukan survei lokasi tambahan di sekitar kawasan Langkahan untuk mengantisipasi kebutuhan huntara lanjutan, seiring masih adanya warga yang memerlukan tempat tinggal sementara akibat dampak bencana.
Upaya pemulihan di Langkahan turut diperkuat oleh kolaborasi unsur masyarakat dan lembaga nonpemerintah. Sebelumnya, Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Tangguh Research Group on Resilient Architecture juga membangun 100 unit huntara di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Dengan pembangunan hunian sementara yang terus berlangsung, pemerintah berharap warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan bermartabat, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian permanen secara bertahap.






















