Headline.co.id, Jogja ~ Sejumlah program studi (prodi) jenjang S1 dan D4 di Universitas Gadjah Mada (UGM) tercatat memiliki peminat relatif rendah pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024. Data ini dapat menjadi referensi strategis bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar SNBP 2026 untuk meningkatkan peluang lolos seleksi. Informasi tersebut dihimpun dari perbandingan jumlah peminat dan daya tampung prodi, sebagaimana dikutip headline.co.id dari berbagai sumber pada Selasa (14/1/2026). Kondisi ini terjadi karena beberapa jurusan masih kurang diminati meskipun memiliki prospek akademik dan keilmuan yang luas.
Berdasarkan data tersebut, jurusan yang tergolong sepi peminat berasal dari berbagai rumpun ilmu, mulai dari sains murni, pertanian, teknik, hingga bahasa dan humaniora. Perhitungan dilakukan dengan melihat rasio jumlah pendaftar SNBP 2024 dibandingkan dengan kuota penerimaan SNBP 2025.
Beberapa jurusan mencatat jumlah peminat di bawah 150 orang, bahkan ada yang kurang dari 100 pendaftar. Misalnya, Program Studi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian hanya diminati 56 orang pada SNBP 2024, dengan daya tampung 9 kursi pada SNBP 2025. Sementara itu, S1 Proteksi Tanaman (Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan) tercatat memiliki 83 peminat dengan daya tampung 23 kursi.
Jurusan lain yang juga masuk kategori sepi peminat antara lain S1 Fisika dengan 97 peminat dan daya tampung 21 kursi, S1 Geofisika dengan 109 peminat dan kuota 21 kursi, serta S1 Ilmu Tanah yang diminati 98 orang dengan daya tampung 23 kursi. Pada rumpun pertanian dan perikanan, S1 Akuakultur (Budidaya Perikanan) tercatat memiliki 77 peminat, S1 Teknologi Hasil Perikanan 63 peminat, serta S1 Manajemen Sumberdaya Akuatik 72 peminat, masing-masing dengan daya tampung 23 kursi.
Dari bidang teknik dan rekayasa, sejumlah prodi juga tergolong sepi peminat, seperti S1 Elektronika dan Instrumentasi dengan 145 peminat dan kuota 27 kursi, S1 Teknik Pertanian dengan 141 peminat dan kuota 27 kursi, S1 Teknik Sumber Daya Air dengan 98 peminat dan kuota 15 kursi, D4 Teknologi Rekayasa Elektro dengan 116 peminat dan kuota 22 kursi, serta D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol dengan 89 peminat dan kuota 22 kursi.
Pada bidang bahasa dan humaniora, S1 Sejarah tercatat diminati 73 orang dengan daya tampung 15 kursi, S1 Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa memiliki 69 peminat dengan kuota 14 kursi, serta S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang dengan 141 peminat dan kuota 27 kursi. Selain itu, S1 Pembangunan Wilayah juga masuk daftar dengan 116 peminat dan daya tampung 24 kursi, sedangkan S1 Agronomi mencatat 133 peminat dengan kuota 24 kursi. S1 Mikrobiologi Pertanian tercatat memiliki 92 peminat dengan daya tampung 11 kursi, serta S1 Higiene Gigi dengan 129 peminat dan kuota 17 kursi.
Salah satu sumber yang dikutip headline.co.id menyebutkan bahwa data ini dapat dimanfaatkan calon peserta SNBP sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan program studi. “Perbandingan antara jumlah peminat dan daya tampung bisa menjadi strategi untuk meningkatkan peluang diterima, tentu tetap disesuaikan dengan minat dan kemampuan akademik masing-masing,” demikian keterangan yang dikutip dari berbagai sumber.
Meski tergolong sepi peminat, jurusan-jurusan tersebut tetap memiliki kualitas pendidikan dan peluang karier yang beragam. Oleh karena itu, calon mahasiswa disarankan tidak hanya mempertimbangkan tingkat persaingan, tetapi juga prospek keilmuan dan kecocokan dengan rencana karier jangka panjang.
Sebagai informasi tambahan, daftar ini merujuk pada data peminat SNBP 2024 dan daya tampung SNBP 2025. Data tersebut dapat menjadi gambaran awal bagi pendaftar SNBP 2026 dalam menyusun strategi pemilihan jurusan secara lebih realistis dan terukur.






















