Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sedang mengembangkan program pembinaan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan dalam pelayanan publik yang semakin kompleks. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan layanan pertanahan yang profesional, adaptif, dan adil.
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan SDM untuk mengatasi ketimpangan kompetensi dan pengetahuan di lingkungan organisasi yang beragam. “Untuk memitigasi risiko terkait ketimpangan kompetensi dan pengetahuan, peran pengembangan dan pembinaan SDM ini sangat dibutuhkan. Tugas kita semakin kompleks, sementara tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik juga semakin tinggi,” ujar Dalu Agung Darmawan dalam siaran pers yang diterima , Selasa (13/1/2026).
Data dari Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (Ortala MR) menunjukkan bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian ATR/BPN saat ini mencapai sekitar 34.000 pegawai, yang terdiri dari PNS dan PPPK. Kondisi ini memerlukan pendekatan pengembangan SDM yang lebih terstruktur dan berbasis pemetaan potensi individu.
Dalu menambahkan bahwa pembinaan SDM harus mencakup semua lini kerja, mulai dari front office pelayanan publik hingga pekerjaan teknis dan ketatausahaan. Pemetaan karakteristik pegawai menjadi kunci agar pengembangan kompetensi tepat sasaran. “Peran pengembangan SDM sangat penting untuk melihat para aktor di kantor pertanahan. Misalnya, karakteristik pegawai loket pelayanan hingga pekerjaan teknis seperti ketatausahaan, itu perlu kita bahas secara serius,” jelasnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, menyatakan bahwa berbagai persoalan organisasi sering kali berawal dari aspek SDM. Oleh karena itu, BPSDM telah membentuk assessment center sebagai instrumen pemetaan profil pegawai dan dasar penyusunan pelatihan pengembangan kompetensi, baik manajerial maupun teknis. “Kami memetakan profil pegawai dan kebutuhan pelatihannya. Ke depan, pada Mei 2026, kami menyiapkan proyek kantor model untuk tiga kantor pertanahan sebagai percontohan bagi ratusan kantor pertanahan lainnya,” ujar Agustyarsyah.
Ia berharap model tersebut dapat menjadi rujukan nasional dalam peningkatan kualitas pelayanan pertanahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Penguatan kapasitas SDM ATR/BPN sejalan dengan Asta-Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan melayani, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas. Melalui pembinaan SDM yang berkelanjutan, ATR/BPN diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan pertanahan menuju standar kelas dunia.






















