Headline.co.id, Batang ~ Kabupaten Batang mengalami peningkatan jumlah armada pengangkut sampah, namun masih ada tantangan dalam pengelolaan limbah. Dari 15 kecamatan yang ada, baru 12 kecamatan yang terlayani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang. Kepala DLH Batang, Rusmanto, menyatakan bahwa pihaknya mengoperasikan puluhan kendaraan untuk mengangkut sampah di berbagai wilayah.
Rusmanto menjelaskan bahwa saat ini terdapat 15 dump truck, 4 amroll, dan 4 pick-up, sehingga total armada mencapai 23 unit. Jumlah ini termasuk pengadaan unit baru dari anggaran perubahan tahun 2025. Namun, truk tambahan tersebut belum dapat dioperasikan karena masih menunggu kelengkapan surat-surat resmi.
Meskipun sebagian besar armada dalam kondisi baik, Rusmanto mengakui adanya kendala pada fasilitas pendukung lainnya. Beberapa kontainer sampah mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan. DLH memilih untuk mempertimbangkan efisiensi anggaran sebelum melakukan perbaikan.
Setiap hari, sekitar 90 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Beban ini tidak hanya ditangani oleh truk dinas, tetapi juga dibantu oleh inisiatif desa yang telah melakukan kerja sama dengan DLH. Meskipun armada dioptimalkan, jangkauan layanan masih terbatas. Tiga kecamatan, yaitu Bawang, Pecalungan, dan Wonotunggal, belum terlayani oleh armada dinas dan harus mengelola sampah secara mandiri.
Rusmanto menegaskan bahwa dari 15 kecamatan, baru 12 yang terlayani. Tiga kecamatan yang belum terlayani menggunakan angkutan mandiri. Tantangan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Batang di tahun 2026 agar pengelolaan sampah dapat merata di seluruh wilayah. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)




















