Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui percepatan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki mutu pembelajaran praktik, memperbaiki lingkungan belajar, dan mempersiapkan lulusan yang lebih kompeten serta siap bersaing di dunia kerja.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan sekaligus meresmikan hasil revitalisasi beberapa SMK di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Revitalisasi ini meliputi perbaikan ruang praktik siswa, ruang pendukung pembelajaran, serta fasilitas penunjang lainnya yang sebelumnya tidak layak.
Dalam keterangannya, Wamen Fajar menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan sekolah, termasuk SMK swasta, agar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. “Pemerintah siap membantu agar sekolah—termasuk sekolah swasta—terus berkembang. Namun peningkatan mutu juga membutuhkan komitmen sekolah dalam membangun kualitas pembelajaran dan tata kelola,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima , Selasa (6/1/2026).
Ia menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pembelajaran yang sehat. Fasilitas yang memadai diyakini akan berdampak langsung pada motivasi belajar siswa, semangat mengajar guru, dan efektivitas pembelajaran praktik. “Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi suasana belajar. Dari sini diharapkan lahir alumni terbaik yang kelak kembali ke masyarakat dan memberi dampak nyata,” tambahnya.
Kepala SMK Annuroniyah Sulang, Ali Muhtarom, menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi, ruang praktik mengalami kerusakan pada lantai dan dinding, serta pencahayaan dan sirkulasi udara yang kurang memadai, sehingga tidak optimal untuk pembelajaran. “Setelah revitalisasi Ruang Praktik Siswa Teknik Otomotif, proses praktik jauh lebih nyaman dan efisien. Tampilan ruang yang modern juga meningkatkan kepercayaan diri kami saat menjalin kemitraan industri maupun penerimaan peserta didik baru,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah Lasem, Punarti. Ia menyebutkan bahwa bantuan revitalisasi menghadirkan ruang praktik teknik kendaraan ringan, UKS, ruang OSIS, serta ruang pendidikan inklusif yang lebih layak. “Sekolah kini lebih aman dan nyaman. Fasilitas bertambah dan lingkungan belajar jauh lebih mendukung,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Pamotan, M. Mujib, menilai revitalisasi membawa perubahan signifikan pada suasana belajar. Sebelumnya, ruang kelas yang pengap dan bocor saat hujan mengganggu proses pembelajaran. “Kini bangunan lebih baik dan aman. Warga sekolah menjadi lebih semangat karena merasa nyaman berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan tersedianya sarana pembelajaran yang layak dan relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi. Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan efektivitas pembelajaran praktik, kepercayaan diri siswa, serta kesiapan lulusan memasuki dunia usaha dan dunia industri.


















