Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Provinsi Gorontalo mencatatkan peningkatan signifikan dalam nilai ekspor pada November 2025. Berdasarkan laporan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, yang dirilis pada Senin (5/1/2026), nilai ekspor mencapai US$8,35 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 29,20 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2025 yang tercatat sebesar US$6,46 juta.
Sebagian besar ekspor, senilai US$5,95 juta, dilakukan melalui pintu keluar di wilayah Gorontalo. Komoditas utama yang diekspor adalah Molases (kode HS 17) ke Korea Selatan dan Pelet Kayu (HS 44) ke Jepang. Namun, data menunjukkan bahwa banyak komoditas asal Gorontalo diekspor melalui pelabuhan atau bandara di provinsi lain.
Kelompok komoditas Ikan dan Udang/Kepiting (HS 03) senilai US$92.992, misalnya, diekspor melalui Bandara Soekarno–Hatta menuju Jepang dan Singapura. Sementara itu, komoditas Buah dan Biji/Kacang Olahan (HS 08) memberikan kontribusi besar dengan nilai mencapai US$2,09 juta. Produk ini diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya ke berbagai negara seperti Suriah, Rusia, Jerman, Brasil, Polandia, dan Prancis. Komoditas lain, seperti Berbagai Makanan Olahan (HS 21), dikirim ke Tiongkok melalui pelabuhan di Surabaya dan Jakarta.
Meskipun ada peningkatan bulanan yang signifikan, kontribusi jangka panjang ekspor Gorontalo terhadap total nasional masih tergolong kecil. Data dari Januari hingga Juli 2025 menunjukkan bahwa kontribusi provinsi ini hanya sebesar 0,03 persen. Angka ini menempatkan Gorontalo di posisi terbawah dalam hal kontribusi ekspor dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Sulawesi. (mcgorontaloprov)




















