Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi menutup Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Senin (5/1/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya masa pengawasan dan pengendalian angkutan Nataru yang berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali, meskipun dihadapkan pada tantangan bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Menhub menyatakan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini. Ia menyebut periode Nataru 2025–2026 sebagai masa yang tidak biasa, karena pemerintah harus melayani transportasi nasional sekaligus terlibat aktif dalam penanganan bencana di berbagai daerah. “Nataru tahun ini dapat kita katakan sebagai Nataru yang tidak biasa. Di satu sisi kita melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional, namun di sisi lain kita juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah,” ujar Menhub.
Menhub mengajak semua pihak untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, dalam situasi darurat seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan maksimal sangat penting bagi masyarakat. “Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan maksimal seluruh jajaran menjadi sangat bermakna,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan Nataru, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN, operator transportasi, asosiasi, hingga seluruh petugas di lapangan. Ia menekankan bahwa beban kerja tahun ini bersifat berlapis, karena selain melayani angkutan rutin dan lonjakan penumpang Nataru, jajaran transportasi juga terlibat langsung dalam tanggap darurat dan pemulihan bencana.
“Kerja kolektif bersama seluruh stakeholder inilah yang membuat posko Nataru tetap berjalan dengan baik dan fungsi layanan transportasi nasional dapat terjaga,” kata Menhub. Berdasarkan hasil pemantauan selama masa operasional posko, Menhub menyampaikan bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru secara umum berlangsung baik dan lancar. Seluruh dinamika pergerakan penumpang, mulai dari arus kendaraan, keterisian layanan, hingga aspek keselamatan, dapat dimonitor dan dikelola secara terkoordinasi. “Seluruh aspek pergerakan penumpang dan keselamatan tercatat dan terhimpun dengan baik, sehingga penyelenggaraan angkutan Nataru dapat berjalan dalam kendali,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Menhub menyampaikan sejumlah catatan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama untuk penyelenggaraan transportasi nasional ke depan. Pertama, kesiapan sarana dan prasarana transportasi harus dipastikan sejak dini, mencakup moda kereta api, bus, penyeberangan, angkutan laut, dan angkutan udara, baik dari sisi jumlah armada maupun kondisi teknis. Kedua, penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara agar lonjakan penumpang dapat dikelola lebih terkendali. Ketiga, keselamatan dan pengawasan harus tetap menjadi prioritas utama melalui inspeksi teknis, pengendalian operasional, serta disiplin terhadap standar keselamatan. Keempat, optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital untuk mendukung pengambilan keputusan lintas sektor agar respons pemerintah semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Menhub juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi imbauan pemerintah selama masa Nataru, kepada operator transportasi atas kerja sama yang solid, serta kepada rekan-rekan media yang berperan aktif menyampaikan informasi secara luas dan berimbang. “Akhir kata, dengan mengucapkan Alhamdulillahirrahmanirrahim, Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” pungkas Menhub.


















