Headline.co.id (Jakarta) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan. Hingga Oktober 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah berdiri dan beroperasi mencakup jenjang SD hingga SMA. Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
“Sebanyak 166 Sekolah Rakyat sudah beroperasi. Ini luar biasa. Saya berterima kasih kepada menteri-menteri yang terkait,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo menyebut capaian ini telah melampaui target awal yang hanya 100 sekolah hingga pertengahan 2026. Sekolah Rakyat yang kini menampung lebih dari 15.900 siswa dari keluarga miskin ekstrem menjadi wujud nyata pemerataan pendidikan di era kepemimpinannya.
“Anak orang miskin atau cucu orang miskin tidak harus menjadi miskin. Kita harus berani memotong rantai kemiskinan. Orang yang paling bawah sering kali tidak terlihat, kelompok elite tidak pernah merasakan kesulitan mereka,” tegas Presiden.
Program Sekolah Rakyat merupakan pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, dilengkapi fasilitas makan, asrama, dan perlengkapan belajar tanpa biaya. Diluncurkan resmi pada 14 Juli 2025, program ini menitikberatkan pada pembentukan karakter, kemandirian, keterampilan vokasi, dan nilai kebangsaan.
Presiden Prabowo optimistis target 500 Sekolah Rakyat akan tercapai hingga akhir masa pemerintahannya. “Itu berarti kita akan membantu 500 ribu keluarga miskin dan sangat miskin,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat Hadirkan Harapan Baru di Daerah
Salah satu Sekolah Rakyat yang menjadi contoh keberhasilan program ini adalah Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar, Sulawesi Selatan. Sekolah ini menampung 137 siswa angkatan pertama yang seluruhnya berasal dari keluarga prasejahtera.
Plh. Kepala Sekolah SRMP 23 Makassar, Azharika Isnarani, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat membawa perubahan besar bagi banyak keluarga miskin yang sebelumnya tak mampu menyekolahkan anak-anak mereka.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka kini tak lagi khawatir tentang biaya sekolah, buku, atau kebutuhan asrama. Semua kebutuhan dasar pendidikan ditanggung negara,” kata Azharika kepada InfoPublik, Kamis (23/10/2025).
Ia menambahkan, fasilitas belajar dan asrama terus ditingkatkan berkat dukungan pemerintah pusat. “Alhamdulillah, makin hari fasilitas belajar dan kebutuhan anak-anak di asrama makin lengkap. Pemerintah sangat memperhatikan kenyamanan siswa,” ujarnya.
Selain sarana fisik, pemerintah juga memberikan pelatihan rutin bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pengajaran. “Guru-guru di sini dibina agar metode ajarnya sesuai perkembangan zaman. Jadi bukan hanya gratis, tapi juga benar-benar bermutu,” kata Azharika.
Mengubah Nasib Lewat Pendidikan
Cerita tentang Nurkhalifami (15), siswi SRMP 23 Makassar, menggambarkan bagaimana Sekolah Rakyat menjadi jembatan bagi anak-anak yang sempat kehilangan harapan. Ia sempat putus sekolah dua tahun karena keterbatasan biaya sebelum akhirnya diterima di Sekolah Rakyat.
“Saya sempat berhenti sekolah karena kurang biaya. Tapi setelah tahu ada Sekolah Rakyat, saya senang bisa sekolah lagi,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kini Nur kembali mengejar cita-citanya menjadi dokter. “Sekarang saya pengin jadi dokter lagi. Saya ingin lanjut sekolah supaya cita-cita bisa tercapai,” katanya penuh semangat.
Tak hanya Nur, Ilham Alkadri (13) juga menjadi bagian dari kisah inspiratif program ini. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Ilham membantu orang tuanya berjualan gulali hingga larut malam. Kini, ia belajar dengan tekun dan bercita-cita menjadi prajurit Kopassus.
“Sebelum sekolah di sini, saya jualan gulali. Sekarang senang karena bisa belajar dan punya banyak teman,” tutur Ilham dengan senyum lebar.
Sinergi Antar-Kementerian
Dukungan untuk Sekolah Rakyat juga datang dari berbagai kementerian. Di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, Kementerian Sosial bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi menyediakan fasilitas internet dan infrastruktur belajar.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Anna Puspasari, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang perluasan akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem.
“Calon siswa berasal dari keluarga desil 1 dan 2. Prosesnya melalui verifikasi langsung ke rumah calon siswa agar tepat sasaran sesuai arahan Presiden,” kata Anna.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan dukungan penuh pihaknya terhadap keberlanjutan program ini.
“Sesuai arahan Menteri Komdigi, Ibu Meutya Hafid, kami akan support penuh. Kalau ada kebutuhan dukungan, pihak sekolah bisa langsung berkomunikasi dengan kami,” ujar Fifi.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat gotong royong. “Tadi saya bertemu beberapa siswa, mereka sangat senang bisa belajar di sini. Ini menunjukkan manfaat nyata Sekolah Rakyat bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
Harapan Baru bagi Generasi Indonesia
Sekolah Rakyat kini menjadi simbol harapan baru bagi ribuan anak Indonesia dari keluarga miskin ekstrem. Di ruang-ruang kelas sederhana itu, cita-cita yang sempat padam kini kembali menyala.
Program ini bukan sekadar pendidikan gratis, tetapi investasi sosial jangka panjang yang membuka jalan bagi lahirnya generasi cerdas, mandiri, dan berdaya.
Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan pesan sederhana namun kuat:
“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, kita bantu beberapa orang. Kalau satu orang pun tidak bisa kita bantu, jangan mempersulit orang lain. We must do what we can do. And we can do, if we want to.”
Dengan semangat tersebut, Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah kunci utama keluar dari kemiskinan, sekaligus wujud kehadiran negara bagi mereka yang selama ini tak terlihat.




















