Headline.co.id (Jakarta) – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029. Sejumlah tokoh olahraga menyambut positif langkah tersebut, namun juga menitipkan harapan besar agar Erick membawa perubahan nyata bagi pembinaan dan regulasi olahraga nasional.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menjadi salah satu yang pertama memberi ucapan selamat. Ia menilai penunjukan Erick sebagai momentum penting kebangkitan olahraga Indonesia. “Pengalaman beliau di PSSI membuktikan kemampuannya memimpin organisasi besar. Harapan kami, dunia olahraga bersatu mendukung prestasi Indonesia di level internasional,” kata Marciano.
Sambutan serupa datang dari para atlet. Mantan petinju nasional La Paene Masara berharap perhatian pemerintah tidak terpusat pada cabang tertentu saja. “Pembinaannya harus diperkuat supaya hasilnya lebih baik. Atlet baru perlu diayomi, semua cabor harus mendapat program yang memajukan,” ujarnya.
Hendro Yap, atlet jalan cepat peraih emas SEA Games, menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai budaya populer. Ia meminta pemerintah memperbanyak fasilitas olahraga hingga pelosok daerah. “Semoga olahraga jadi kegiatan yang digemari, bukan ditakuti,” katanya.
Atlet gulat Andika Sulaeman, peraih emas SEA Games 2023, juga menyuarakan hal serupa. Ia berharap Erick memberi perhatian adil bagi semua cabang olahraga. “Semoga lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Meski penuh optimisme, sejumlah tokoh juga menyoroti regulasi yang dinilai masih menghambat. La Paene secara terbuka meminta revisi Peraturan Menpora Nomor 14 Tahun 2024 agar sesuai amanat undang-undang. “Pemerintah dan organisasi harus bermitra, agar olahraga menjadi prioritas negara,” tegasnya.
Pelatih gulat nasional sekaligus Juara Asia 1976, Maurice Sihombing, mendukung hal tersebut. Menurutnya, Menpora harus mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan KONI. “Permenpora itu perlu ditinjau ulang agar tidak membatasi pembinaan prestasi,” ujarnya.
Indonesia kini menargetkan posisi lima besar Olimpiade 2044, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan. Target ini masuk dalam Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin ke-4 tentang peningkatan prestasi olahraga. “KONI beserta seluruh anggotanya siap mendukung kebijakan pemerintah melalui Menpora,” ungkap Marciano.
Dengan bekal pengalaman internasional, publik menantikan gebrakan Erick Thohir dalam menata regulasi, memperluas fasilitas, dan membangun sinergi antarlembaga. Para patriot olahraga berharap kepemimpinannya menjadi tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045.





















