Warga Berbah Kembali Geruduk Kalurahan Tegaltirto, Desak Pemecatan Dukuh Terkait Dugaan Korupsi CSR ~ Headline.co.id (Sleman). Warga Padukuhan Berbah, Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman kembali melakukan aksi protes di Kantor Kalurahan Tegaltirto pada Kamis (10/4/2025). Aksi ini menjadi unjuk rasa keempat yang dilatarbelakangi dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Dukuh Berbah, Hermawan Budi Prasetyo, S.Sos.
Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung dari pukul 16.50 WIB hingga 18.39 WIB ini diikuti oleh sekitar 75 warga, dipimpin oleh koordinator lapangan Dani Eko Wiyono dari Posko Pengaduan Rakyat (POS-PERA). Dalam pernyataan sikapnya, warga menuntut agar Kalurahan Tegaltirto segera memecat Dukuh Berbah yang dianggap sudah tidak layak menjabat karena dugaan korupsi dana CSR PLN Salatiga.
Kapolsek Berbah, AKP Dwi Daryanto, SH, MIP, membenarkan adanya aksi tersebut.
“Benar, telah terjadi kegiatan penyampaian aspirasi dari warga Padukuhan Berbah kepada pemerintah Kalurahan Tegaltirto terkait dugaan penyalahgunaan dana CSR oleh kepala dukuh mereka,” ujar Dwi dalam pernyataan tertulis yang diterima headline.co.id.
Menurut Dani Eko Wiyono, warga merasa kecewa karena hingga aksi keempat ini hasil investigasi dari Tim 5 yang dibentuk Kalurahan belum sepenuhnya dibuka.
“Janji Pak Lurah akan memperlihatkan hasil investigasi, tapi sampai sekarang belum juga jelas. Jadi hari ini kita kecewa,” tegasnya di hadapan pejabat yang hadir.
Baca juga: Hindari Kendaraan Parkir, Pemotor Tewas Tertabrak Xpander di Jalan Jogja–Wates
Ia juga menyinggung soal pembangunan joglo yang tak kunjung terealisasi sejak November 2024.
“Dari 13 November sampai hari ini, joglo tidak jadi. Apakah ini akan terus dibela?” kata Dani dengan nada geram.
Sementara itu, Lurah Tegaltirto Sarjono meminta warga untuk bersabar menunggu hasil investigasi.
Baca juga: Tabrakan Maut CB150R Vs Toyota Agya di Bambanglipuro, Pelajar Asal Sragen Meninggal Dunia
“Team 5 masih dalam proses menyusun laporan. Kita tetap di belakang warga, tapi kita juga harus hati-hati dalam menyusun hasil agar tidak ada celah perlawanan dari pihak bersangkutan,” ujarnya.
sementara Ketua Tim 5, Yustina Dwi Rahayu, S.Pd, membacakan tahapan investigasi yang telah dilakukan. Tim dibentuk pada 4 Februari 2025 dan telah memeriksa 26 saksi sejak awal Maret. Namun prosesnya memerlukan waktu karena beberapa saksi menjadwal ulang atau tidak hadir saat dipanggil.
Tim juga mengungkap bahwa gejolak terkait Dukuh Berbah mulai mencuat sejak 10 Januari 2025 dan berbagai tahapan mediasi telah dilakukan, termasuk audiensi dengan biro hukum hingga koordinasi dengan Dinas PMK.
Meskipun tim investigasi masih berjalan, desakan warga semakin menguat agar hasil segera diumumkan dan tindakan tegas diambil terhadap Dukuh Berbah.
“Kalau sampai ini masuk ke PTUN, rakyat akan membela lurah. Tapi hari ini, kami ingin Pak Lurah membuka semuanya secara transparan,” kata Dani.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Berbah, AKP Dwi Daryanto, SH, MIP, Panewu Berbah Tri Achmeriyadi, SP, M.Si, Lurah Tegaltirto Sarjono, Kepala Dinas PMK Sleman Samsul Bahri, SIP, MM beserta staf, serta Anggota DPRD Kabupaten Sleman Galuh Rakasiwi.
Hingga berita ini diturunkan, Kalurahan Tegaltirto belum mengumumkan keputusan resmi terkait nasib Hermawan Budi Prasetyo sebagai Dukuh Berbah. Namun, tekanan publik dari warga Padukuhan Berbah sepertinya belum akan mereda sebelum tuntutan mereka dipenuhi.
Baca juga: Mobil Klasik Volkswagen Terbakar di Bukit Bego, Polisi Ungkap Kronologi, Penyebab dan Kerugiannya























