by

Aksi 22 Mei Ricuh, Menghambat Perjalanan KRL

-Berita-166 views

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Situasi Jakarta sampai saat ini masih memanas, aksi 22 mei yang dikemas dalam gelaran demo ‘People Power’ berujung ricuh.

Kericuhan terjadi sejak rabu dini hari (22/05), hal ini terjadi dikarenakan para demonstran hendak merangsek masuk ke kantor Bawaslu di Jl. MH Thamrin Menteng, Jakarta Pusat.

Sampai dengan siang ini PolisiĀ telah menangkap 62 peserta aksi unjuk rasa yang diduga sebagai provokator aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu yang berakhir ricuh di sejumlah titik di Jakarta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyebutkan pemeriksaan sedang dilakukan terhadap 62 orang tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.

Puluhan orang tersebut ditangkap polisi di berbagai titik demonstrasi di Jakarta diantaranya kawasan Tanah Abang, Jalan KS Tubun, Petamburan dan Slipi. Mereka diduga bukan warga Jakarta.

Atas provokasi yang berujung ricuh ini sejumlah properti masyarakat hingga fasilitas negara dirusak oleh para demonstran, mulai dari dibakarnya mobil polisi, rusaknya pagar dan beton pembatas jalan sehingga menyebabkan puing-puing beton berserakan di tengah jalan. Tidak hanya itu, para demonstran juga melakukan aksi pelemparan batu di Stasiun Tanah Abang yang menyebabkan sejumlah KRL tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang.

Stasiun Tanah Abang ditutup sementara waktu karena situasi yang tidak kondusif. (Foto Istimewa

Akibat kejadian ini, akun Twitter resmi @CommuterLine sudah mengumumkan bahwa jalur KRL dari Rangkas Bitung gak bisa berhenti di stasiun Tanah Abang. Ada dua stasiun yang terpaksa ditutup, yakni Tanah Abang sendiri dan Palmerah.

#RekanCommuters Kami informasikan kpd para penumpang sehubungan dengan padatnya St Tanah Abang & Palmerah sementara waktu St Tanah Abang & Palmerah hanya diperuntukan untuk transit. Penumpang dengan tujuan Stasiun tersebut mohon untuk dapat mengatur kembali perjalanan. Cuit akun resmi Info Commuter Line (@CommuterLine)

Menanggapi kejadian ini, para netizen yang mengandalkan KRL pun mengeluh di media sosial Twitter.

Mereka merasa pekerjaannya terganggu. Ada juga yang bersimpati kepada pihak KRL karena dampak kerusuhan ini sampai pada kelancaran transportasi umum.

“Gilaa banget ampe fasilitas umum keganggu gini. Yg demo bilang aksi damai tai ledik nih. Apaan dah aksi teriak Allahuakbar tp merusak, di azab tuhan lu. Mana ada dah Allah merusak -_-” sindir pemilik akun Nona (@nonadianya)

“APA SALAH STASIUN TANAH ABANG SIH KENAPA DILEMPAR LEMPARIN BATU JUGAAAKK sampe ditutup sementara lho stasiunnya šŸ™ nyusahin orang lain doang udah makin gak jelas tujuan demonya apa ????” ujar akun Riska Safira (@riskasafira).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed