by

Kelalaian Pengendara, Kerugian Besar untuk PT KAI

-Berita, Opini-220 views

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Seolah tidak ada habisnya permasalahan masyarakat Indonesia, kali ini kelalaian pribadi mengakibatkan kerugian besar bagi operator ular besi.

Di Lamongan Seorang pengayuh becak tertemper Kereta Api (KA) Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta dari arah timur, pasalnya dia melamun saat akan menyebrangi perlintasan tanpa palang pintu di di desa Kawedanan Sukodadi . Untungnya dia hanya mengalami luka ringan, tetapi becak korban terseret hingga radius 25 meter.

Ditempat yang lain pengendara motor tewas saat menerobos pintu perlintasan di Warung Bambu, Kecamatan karawang Timur.

Menurut Kanit Laka Lantas Polres Karawang Iptu Sabar Santosa mengatakan “pintu perlintasan sudah di tutup, namun korban si penunggang motor Honda Sport, nomor polisi T 3346 CJ, memaksa untuk tetap melintas walaupun palang sudah ditutup dan akhirnya tertabrak kereta api hingga tewas ditempat” ujarnya

Dihari yang sama di Jakarta Timur, pria paruh baya sedang berolahraga di lahan kosong yang berbatasan langsung di perlintasan kereta api. Karena kurang berhati-hati pria tersebut tertemper kereta api yang melintas dari arah Bekasi-Jakarta.

Dari kejadian-kejadian diatas kita menyadari karena kurang konsentrasi, melanggar rambu-rambu pemerintah diperlintasan sebidang, dan beraktivitas dipinggir rel bisa menyebabkan kehilangan nyawa dan merugikan pihak PT KAI (Persero).

Penutupan perlintasan liar/resmi merupakan kunci keselamatan perjalanan kereta. (Foto: Pribadi)

Kerugian materil dan non materil PT KAI (Persero) sebagai operator kereta sangat besar meliputi rusaknya jalan rel kereta dan bertambahnya beban perawatan rel, terhambatnya waktu kedatangan di Stasiun berikutnya dan mengecewakan penumpang hingga rusaknya lokomotif akibat benturan keras yang terjadi.

Pertanyaannya apakah para pengendara dijalan raya tidak memikirkan hal yang mengerikan jika mereka melanggar peraturan yang ada?

Sesuai peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pada Pasal 90 Ayat D dengan tegas mengatakan bahwa penyelenggara prasarana perkeretaapian berhak dan berwenang mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang dengan jalan raya. Intinya, kereta api harus diprioritaskan melewati jalurnya, pengendara lain wajib berhenti ketika berada di perlintasan sebidang rel KA.

Kecelakaan di pintu perlintasan seharusnya dapat di pahami bukan sebagai kecelakaan kereta api tapi merupakan kecelakaan lalulintas, karena kereta api  mempunyai jalurnya sendiri yang secara sengaja dipotong oleh jalur lalulintas kendaraan umum.

Keberadaan pintu perlintasan  yang selama ini dianggap sebagai tanggung jawab PT. KAI (Persero) sebenarnya harus kita luruskan, pintu perlintasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pihak pemegang izin pembangunan pintu perlintasan tersebut seperti Pemerintah Daerah setempat dan Dinas Perhubungan. Jadi bukan tanggungjawab PT KAI (Persero).

Sudah semestinya masyarakat Indonesia naik kelas, menjadi pengguna jalan yang cerdas dan bijak, jangan bertindak ceroboh dengan menerobos palang pintu perlintasan atau tidak memperhatikan rambu-rambu keselamatan yang ada. Perhatikan kiri dan kanan sebelum melewati perlintasan rel KA.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed