127 Rumah di Empat Desa Tanah Bumbu Kalsel Terendam Banjir

  • Whatsapp
Kondisi tanggul penahan saluran air jebol dipicu banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu
Kondisi tanggul penahan saluran air jebol dipicu banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu

Headline.co.id (Kalimantan Selatan) ~ Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan kembali terjadi. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menyebutkan curah hujan yang tinggi memicu banjir yang terjadi pada Jumat (20/8), sekitar pukul 13.30 WITA.

baca juga: Jangan Sampai Kelewat, Ini Niat dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura 9-10 Muharram

Read More

BPBD Kabupaten Tanah Bumbu mencatat sebanyak 127 KK atau 264 jiwa terdampak tersebut. Banjir ini telah melanda empat desa yang berada di Kecamatan Kusan Hulu. Empat desa terdampak, antara lain Desa Bakarangan, Desa Manuntung, Desa Sungai Rukam dan Desa Lasung.

Selain menyebabkan beberapa wilayah terendam, banjir ini juga mengakibatkan 1 unit tanggul penahan saluran air jebol. Merespons hal ini, BPBD Tanah Bumbu bersama tim gabungan dan masyarakat segera berupaya menutup dengan menempatkan beberapa karung berisi tanah untuk membendung air agar tidak masuk ke pemukiman warga. Berdasarkan pemantauan visual tinggi muka air saat ini kurang lebih sekitar 20 sentimeter.

baca juga: Sudah 97 Persen, Ini Rencana KA Bandara Yogyakarta International Airport Beroperasi

BPBD mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman, serta pendataan di lokasi terdampak. Di samping itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan makanan kepada warga. Penanganan banjir di empat desa telah dilakukan di bawah koordinasi pos komando yang lokasinya berada di Kecamatan Kusan Hulu.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sedangkan total wilayah kecamatan, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi tersebut. Tujuh kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Kusan Hilir, Kusan Hulu, Kuranji, Batu Licin, Karang Bintang, Simpang Empat dan Mantewe.

baca juga: Peringati HUT RI ke-76, SD Budi Mulia Dua Pandeansari Lakukan Upacara dan Perayaan Secara Daring

Waspada peringatan dini juga sudah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi dampak hujan lebat masih dapat terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dengan status waspada, peringatan dini ini berlaku hingga hari ini (21/8). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat di beberapa wilayah di Indonesia.

BPBD Kabupaten Katingan Siaga Hadapi Potensi Banjir Lanjutan

Hujan dengan Intensitas tinggi di beberapa wilayah di Kalimantan juga berdampak di Kalimantan Tengah. Dengan curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai, memicu luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Samba dan Sungai Katingan meluap ke jalan dan pemukiman warga pada Jumat (20/8), sekitar pukul 07.00 WIB.

baca juga: Sembilan Desa di Aceh Tenggara Tergenang Banjir

BPBD Kabupaten Katingan mencatat 11 desa di 3 kecamatan terdampak. Desa yang terdampak banjir ini antara lain Desa Samba Bakumpai, Desa Samba Katung, Desa Samba Kahayan, Desa Rantau Asem, Desa Tumbang Kalemei, dan Desa Napu Sahur yang berada di Kecamatan Katingan Tengah.

Berikutnya Desa Tumbang Kaman, Desa Tumbang Labehu di Kecamatan Senaman Mantikai. Desa Tumbang Hiran, Desa Rangan Surai dan Desa Rangan Tangko di Kecamatan Marikit.

BPBD Katingan dan tim gabungan segera terjun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan melakukan pendataan. Hingga saat ini tinggi muka air sekitar 30-60 sentimeter, dan masih diperkirakan akan bertambah melihat curah hujan yang terjadi. Melihat kondisi ini, BPBD Katingan terus bersiaga menghadapi potensi kenaikan debit air mengingat cuaca masih berpotensi hujan ringan hingga lebat.

baca juga: Indonesia Kembali Datangkan 5 Juta Vaksin Sinovac Siap Pakai

Kepala Bidang Pencegahan BPBD Kabupaten Katingan Andi B. Baron menyampaikan bahwa timnya hari ini melakukan giat penyusuran dari hulu sungai untuk membersihkan material yang dapat menyebabkan penyumbatan. Selain itu pihaknya juga segera melakukan pendataan kepada perangkat wilayah setempat untuk mendata jumlah warga yang terdampak.

“Hari ini kita menuju lokasi hulu sungai untuk susur sungai, dan pendataan warga terdampak banjir,” ujar Baron melalui sambungan telepon, Sabtu (21/8).

baca juga: Cari Ponsel Kamera Bagus, Ini Kelebihan Fitur Multi-Style Portrait di Vivo V21

Menurut kajian dari InaRISK dan potensi peringatan dini BMKG mengenai cuaca hujan lebat di wilayah Kalimantan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *