Polisi Gagalkan Siswi SMP Jual Diri Untuk Kuota Internet

  • Whatsapp
Ilustrasi Prostitusi Online
Ilustrasi (iStock)

Headline.co.id (Batam) ~ Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Batam nekat menjual dirinya melalui penyalur prostitusi online untuk membeli kuota internet. Korban yang masih berusia 15 tahun tersebut nekat menjual diri dengan tarif Rp 500.000 untuk sekali kencan.

baca juga: Temui Kapolda DIY, PT LIB Sampaikan Rencana Lanjutan Kompetisi Liga 1

Kapolsek Batu Aji, Kompol Jun Chaidir, mengungkapkan bahwa aksi prostitusi online tersebut berhasil digagalkan.

Menurutnya, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang pelaku, yakni penyalur dan pemesan jasa prostitusi online.

Dua pelaku yang kami amankan yakni penyalur dan penikmat, keduanya kami amankan di Wisma Mitra Mall saat bertransaksi, Rabu (22/7/2020) malam,” tutur Jun Chaidir.

Dari kedua pelaku tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua ponsel merk Ciaomi dan uang tunai sebesar Rp 1 juta.

Jun Chaidir menuturkan bahwa siswi SMP tersebut mengaku mengenal pelaku penyalur prostitusi online dari jejaring sosial Facebook, kemudia pelaku mengajadi dan mempromosikan korban.

baca juga: Berprestasi, Tim Tembak Polda DIY Berjaya di Kapolri Cup 2020

“Korban sendiri juga sempat mempromosikan dirinya melalui akun MiChat”, tuturnya.

“Awalnya korban mengetahuinya dari pelaku tersebut, tetapi belakangan korban sempat mempromosikan sendiri dan ada juga sesekali menggunakan pelaku,” imbuhnya.

Siswi SMP tersebut mengaku menjual diri untuk bisa membeli kuota internet. Rencananya uang hasil menjual diri tersebut juga akan dijadikan untuk kebutuhan sehari-hari.

baca juga: 190 Ponsel Disita, Putra Siregar Pemilik PS Store Jadi Tersangka Penjualan Barang Ilegal

Kondisi keluarga korban yang bermasalah justru dimanfaatkan oleh penyalur prostitusi online.

Berdasarkan perbuatan tersebut Polisi menjerat kedua pelaku tersebut dengan Pasal 76 b jo 88 UU RI No 35 Tahun 2008 Perubahan tentang UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman 10 tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *